Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2010

15 Diet Terunik Sepanjang Sejarah

Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal, termasuk cara-cara ekstrim.

VIVAnews - Saat ini berkembang berbagai macam jenis diet, mulai dari diet protein tinggi, diet makanan bayi, diet karbohidrat, hingga diet golongan darah. Sebenarnya, program diet sudah ada sejak era 1700an. Beragam cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal termasuk cara-cara ekstrim.

Berikut lima belas jenis diet sepanjang sejarah, seperti dikutip dari Womans Day.

1. 1727: Menghindari tinggal di sekitar rawa
Pada 1727, Thomas Short menulis risalah yang berjudul 'The Causes and Effects of Corpulence'. Untuk membuat tulisan tersebut Short melakukan observasi dan berkesimpulan, orang yang tinggal di sekitar rawa, cenderung bertubuh gemuk. Ia merekomendasikan orang harus memilih dan pindah ke tempat yang kering untuk menghindari efek samping dari rawa.

2. 1800an : Histeria kelaparan
Selama paruh kedua abad ke-19, suatu bentuk "Anorexia Victoria" adalah hal yang dilakukan di kalangan kelas menengah dan aristokrasi di Eropa Barat. Orang-orang sengaja membuat lapar dirinya sendiri untuk hidup sesuai dengan ide Victoria, yang berhubungan dengan kemurnian spiritual dan feminitas.

3. 1820: Diet cuka
Seorang penyair bulimia dan anokreksia, Lord Byron mempopulerkan diet cuka pada 1820an. Niatnya adalah untuk membersihkan rancun dalam tubuh dengan meminum cuka dan air setiap hari. Tetapi, yang terjadi adalah ia muntah dan terkena diare, dan tak heran jika berat badannya menurun.

4. 1903: Mengunyah tanpa menelan
Seorang kurator seni asal San Francisco, Horace Fletcher terkenal sebagai 'The Great Masticator', setelah ia kehilangan 40 pon berat badannya. Hal itu karena ia mengunyah makanan dan tidak menelannya. Pola makan Fletcher, ia mengunyah setiap makanan sebanyak 32 kali (satu untuk setiap gigi), lalu memuntahkannya. Ia melakukannya dengan logika, tubuh akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanpa harus bertambah bobot berat badan.

5. 1925: Diet Rokok
Sulit memang membayangkan iklan rokok mempromosikan kehidupan yang sehat. Tetapi, pada 1920an, beberapa perusahaan rokok di Amerika Serikat, mempromosikan produk rokok dengan menonjolkan kelebihan 'bisa menghilangkan nafsu makan'.

6. 1928: Diet daging mentah
Seorang pengembara benua Arktik, Vilhjalmur Stefansson, mempromosikan bahwa diet versi ekstrim yang dilakukan suku Atkin cukup efektif. Setelah tinggal di tundra utara, Stefánsson takjub melihat betapa sehatnya orang Inuit, yang hidup di Arktik, meskipun makan ikan mentah dan lapisan lemak ikan paus, tanpa mengonsumsi buah atau sayuran.

Stefánsson begitu tertarik pada diet tersebut dan mengklaim dia telah melakukannya sendiri dan membuktikan efektivitasnya. Ia lalu memeriksakan diri ke New York Bellevue Hospital, di mana oleh dokter dipantau kesehatannya selama beberapa bulan. Setelah observasi, dia dinyatakan sehat.

7. Awal 1930an: Sabun pelangsing
Cuci dan hilangkan lemak di kamar mandi? Walaupun kedengarannya mustahil, sabun pelangsing cukup populer pada 1930an, di Amerika Serikat. Produk sabun berlabel 'Fatoff', 'Fat-O-NO' dan 'La-Mar Reducing Shop', berhasil menipu para wanita untuk membeli. Meskipun perusahaan sabun tersebut mengklaim bisa mengurangi lemak, tetapi produk-produk itu sebenarnya seperti sabun mandi biasa.

8. 1954: Diet cacing
Ketika orang tahu bahwa cacing parasit yang hidup di usus, menghisap nutrisi dan menyebabkan kehilangan berat badan, ada beberapa orang yang jusru memanfaatkannya. Beberapa orang mulai menelan kista cacing pita (cacing pita bayi) untuk bisa makan banyak tanpa harus pusing memikirkan berat badan. Namun, diet ini sempat menuai kontroversi, karena ada fakta menyeramkan tentang cacing tersebut. Cacing itu dapat tumbuh hingga 25 kaki, sehingga bisa menyebabkan kejang, meningitis atau demensia.

9. 1960an: Diet tidur
Tidur dilakukan untuk menekan nafsu makan dan menurunkan berat badan. Itulah ide di belakang 'The Sleeping Beauty Diet', yang dipopulerkan pada 1960-an. Pengikut diet ini seperti Elvis Presley, menurunkan berat badan dengan tidur dalam waktu lebih dari 8 jam tiap harinya.

10. 1961: Tidak menghitung kalori
Herman Taller, MD, menyatakan tidak perlu untuk menghitung kalori saat makan, selama Anda menghindari karbohidrat dan mengonsumsi makanan mengandung lemak tinggi dan protein. Caranya, Anda harus mencuci bahan makanan dengan 80 gram minyak nabati tak jenuh ganda, yang tersedia dalam pil yang dijual Taller.

Teorinya, ketika dikonsumsi bersamaan, minyak dan protein bisa meluruhkan lemak, yang mengakibatkan penurunan berat badan hingga 30 kg dalam delapan bulan. Tapi, Taller mendapat masalah dengan hukum ketika ia menggunakan bukunya untuk mempromosikan sebuah label minyak tertentu, dan pada 1967 ia dihukum atas penipuan dan konspirasi.

11. 1970san : Diet Prolinn
Pada 1970-an, Roger Linn, MD, merekomendasikan tidak perlu makan apapun kecuali 'cairan ajaib' yang disebut Prolinn. Prolinn terdiri dari tanduk hewan tanah, kuku, kulit, urat, tulang dan bagian lainnya yang diberikan rasa buatan, warna dan enzim, agar menjadi cair. Minuman ini mengandung 400 kalori dan tanpa gizi. Diet ini memang bisa bikin tubuh langsing dengan cepat, tapi setidaknya 58 orang yang mencoba diet ini, terkena penyakit jantung.

12. 1980-2000an: Diet udara
Diet ini mengharuskan hidup hanya dengan udara. Breatharians (pengikut diet ini) percaya bahwa ketika manusia menemukan arti paling murni di dunia, mereka tidak lagi membutuhkan makanan, air atau tidur. Seorang wanita Australia bernama Jasmuheen, mengaku sebagai Breatharian, dan mencoba untuk membuktikannya. Tapi, pembuktian dibatalkan setelah empat hari, ketika ia sedang berpidato pupil matanya membesar dan ia mengalami dehidrasi akut.

13. 2000an: Diet kacamata biru
Pernah memperhatikan bagaimana logo makanan cepat saji menggunakan warna merah dan kuning dalam logo mereka dan restoran? Mereka mengatakan kedua warna itu merangsang nafsu makan. Sebaliknya, warna biru bisa digunakan untuk menekan nafsu makan. Sebuah perusahaan Jepang menggunakan informasi ini untuk menciptakan sepasang kacamata dengan lensa diet berwarna biru. Cara ini dianggap bisa mengubah makanan yang tampak menggiurkan, menjadi tidak menarik, sehingga mengurangi keinginan Anda untuk makan.

14. 2000an: Diet akunpunktur
Praktik akupunktur pada tulang rawan bagian dapat menekan nafsu makan Anda. Hal itu berdasarkan aurikularis akupunktur, suatu bentuk penyembuhan terapi Cina, ketika jarum sengaja dipasang di telinga sampai satu minggu. Dengan cara itu, tubuh akan beradaptasi dan diet lebih efektif.

Para pendukung metode ini mengatakan dengan merangsang titik tekanan di telinga bisa mengendalikan nafsu makan. Metode penurunan berat badan belum terbukti efektif, dan dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya, seperti infeksi serius.

15. 2000an: Diet bola kapas
Siapa yang butuh makanan ketika dapat kenyang dengan mengonsumsi bola kapas yang rendah kalori. Itulah yang diungkapkan penggemar diet ini. Beberapa orang memakannya dalam keadaan kering, tetapi ada juga yang mencelupnya dalam gelatin sehingga mudah dikonsumsi. Menurut pecinta diet kapas, perut terasa kenyang dan tubuh tidak gemuk. Kapas memang mengandung serat tinggi, tetapi itu bukan jenis kebutuhan serat manusia.

sumber: vivanews.com

Lima Restoran Terunik di Dunia

Makan di sebuah restoran yang unik akan memberikan sensasi kuliner tak terlupakan.
JUM'AT, 25 JUNI 2010, 08:01 WIB
Dinner in the Sky (Listverse)

VIVAnews - Berbagai cara dilakukan pengusaha kuliner untuk menarik pengunjung menyantap hidangan di restorannya. Selain menu makanan lezat dan unik, mereka juga mengandalkan suasana restoran yang menarik dan unik.

Pengalaman berbeda saat makan di sebuah restoran unik menjadi daya tarik para pengunjung untuk kembali ke restoran tersebut. Bagi pelancong wisata kuliner yang siap menghadapi tantangan, Listverse memberikan daftar lima restoran terunik dan aneh dari berbagai penjuru dunia.

1. Dans Le Noir

Dalam bahasa Prancis, Dans le Noir berarti 'dalam gelap'. Sensasi gelap itulah keadaan yang akan Anda rasakan saat memasuki restoran yang terletak di Moskow, Paris, dan London.

Salah satu ulasan restoran menggambarkan suasana yang akan ditemui: Begitu memasuki restoran, Anda akan menemui pintu dengan langit-langit tinggi. Pastikan menyalakan telepon selular atau hal lain yang memancarkan cahaya saat meraih kertas pesanan dalam loker. Lalu, pesan menu 'kejutan' yang tidak Anda ketahui. Kemudian, Anda akan dibimbing di antara tirai hitam menuju meja dengan keadaan yang sangat gelap.

Rasakan sensasi makan tanpa cahaya. Anda tak akan tahu siapa tamu yang duduk di samping Anda. Pelayan pun akan bertugas melayani Anda tanpa bersuara. Namun, ketakutan bisa berkurang dengan saling mengobrol bersama orang di samping Anda.

2. Eternity Restaurant

Eternity RestaurantRestoran peti mati atau keabadian adalah ide rumah duka di kota Truskavets, negara bagian barat dekat perbatasan Polandia. Pemilik berharap restoran mereka dikukuhkan sebagai peti mati terbesar di dunia. Ia berharap restorannya dapat menarik pelancong ke daerah yang terkenal kaya mineral untuk mandi tersebut.

Para pengunjung restoran dapat mencari perlengkapan pemakaman sebelum memesan menu yang terdiri atas salad 'sembilan hari' dan 'empat puluh hari', diambil dari istilah ritual berkabung daerah setempat. Penyajiannya pun tak kalah unik. Tiap menu disajikan dalam piring 'Mari bertemu di surga'. Pencahayaan lilin di masing-masing meja menambah kesan seram restoran keabadian.

3. Dinner in the Sky

Dinner in the SkyBila ingin terlepas dari pengalaman makan dalam sebuah ruangan dan lantai, Anda mungkin dapat mencoba restoran satu ini. Para pengunjung restoran Dinner in The Sky akan duduk mengelilingi sebuah meja besar yang tergantung pada crane yang menjulang tinggi di angkasa.

Perlu lebih dari sekedar rasa lapar untuk mencoba berpetualang dengan restoran yang menaikkan adrenalin itu. Awalnya, restoran ini hanya ada di Belgia, namun secara bertahap didirikan di Paris, Brussels, New York, dan Niagara Falls.

4. Toilet Modern

Toilet ModernPilihan desain interior restoran di Taiwan ini mungkin membuat perut Anda bergolak. Para pengunjung akan diminta duduk pada kursi berbentuk toilet acrylic bergambar bunga mawar, kerang atau lukisan Renaissance. Semua pengunjung duduk di depan meja kaca berbentuk meja toilet.

Cara penyajiannya pun kompak dengan interior restoran. Pelayan restoran akan membawa menu pesanan dalam sebuah mangkuk berbentuk toilet jongkok mini, gelas minuman berbentuk urinoir dari plastik serta es krim lembut berbentuk kotoran manusia. Sang manajer mengungkap makan di restoran tersebut bisa menjadi pengalaman yang mengejutkan sekaligus membingungkan indera.

5. Restoran Nyotaimori

Restoran NyotaimoriDi Jepang, banyak restoran menyajikan makanan dengan metode Nyotaimori untuk melayani pelanggannya. Piring sushinya berupa tubuh manusia tanpa busana yang berbaring selama berjam-jam tanpa bergerak.

Sang pelayan harus dapat menahan kontak dalam waktu lama dengan makanan dingin. Semua rambut tubuh, termasuk rambut kemaluan akan dicukur sebelum 'piring saji' tampil. Tak hanya itu, si pelayan juga harus mandi menggunakan sabun khusus tanpa aroma dan memercikkan air dingin untuk mendinginkan tubuh agar sesuai dengan sushi yang akan disajikan. (art)